Ilustrasi : Hama Tikus Merajalela di Kabupaten Temanggung
Sekretaris Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Temanggung, Sunardi mengatakan, serangan hama tikus pada tanaman padi di wilayah Temanggung saat ini terus terjadi. Bahkan, luasan serangan mencapai rata-rata 100 hektare per minggu.
“Serangan tikus memang cukup tinggi sampai 100 hektare per minggu dan serangannya berpindah-pindah. Tapi sejauh ini belum ada laporan serangan tikus sampai menyebabkan puso,”ujarnya kemarin.
Menurutnya, serangan tikus karena pola tanam petani yang tidak serempak. Hal itu menyebabkan ketersediaan pangan bagi hewan pengerat itu selalu ada setiap saat. Padahal jika menggunakan pola tanam serempak bisa untuk mengurangi dampak serangan hama tikus.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanbunhut Kabupaten Temanggung, Harnani Imtikhamndari, menuturkan, daerah endemik serangan hama tikus ada di 10 kecamatan. Antara lain, Kecamatan Pringsurat, Tembarak, Candiroto, Bejen, Jumo, Selopampang, Ngadirejo, Parakan, Temanggung dan Bulu.
Serangan tikus paling parah terjadi di Kecamatan Jumo. Hasil data bulan Juli 2013-2014 dari 1.293,3 hektare luasan tanam 173,1 hektare di antaranya terserang hama tikus. Salah satu yang terparah di wilayah Jumo adalah di Desa Giyono dimana, dari 102,5 hektare luas lahan 34,5 hektare sudah diserang tikus. Namun di Giyono sudah dilakukan penanggulangan salah satunya dengan gropyokan.
Pemkab Temanggung sendiri telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 350 juta untuk penanganan hama tikus selama satu tahun. Dana tersebut digunakan untuk pembelian tikus Rp 265 juta dengan jumlah tikus 230 ribu.

Sumber : suaramerdeka.com

Posting Komentar Blogger

 
Portal Informasi Kabupaten Temanggung © 2013. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top