Kerajinan Keranjang Tembakau dari Desa Bledu 

Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”

Di desa baledu kecamatan kandangan kabupaten temanggung ini, banyak sekalli dijumpai UKM-UKM yang ada di masyarakat, namun demikian ukm yang ada di desa ini tidak beromset besar dan hanya berskala home industry yamg penghasilannya kurang dari Rp 2.000.000/bulan bahkan ada pula yang hanya separuhnya saja. keindinan para pengusaha UKM desa baledu terhambat oleh masalah biaya, tenaga kerja dan juga bahan baku. untuk mendaftarkan jenis usahanya saja masyarakat merasa sangat kesulitan terutama bila ada hubungannya dengan modal.

Beberapa UKM yang ada di desa baledu juga membentuk suatu kelompok usaha sendiri. namun saat ini tengah tertidur sebentar mengingat pola dari usaha masyarakat disini adalah musiman. misalnya saja pengrajin keranjang yang menjamur ketika musim tanam tembakau tiba. bahkan hampir seluruh desa bisa membuat keranjang khusus untuk tembakau ini. Salah seorang pengrajin keranjang menyatakan dirinya butuh 1 buah bambu untuk dapat menganyam 3 keranjang, dan dalam 1 hari dapat memproduksi 4 buah keranjang per orang. adapula pengusaha UKM yang hanya menjamur bila datang event tertentu, misalnya saja perlombaan dan festival. "kami dulu pernah menjadi juara untuk inovasi produk di Semarang dengan produk Criping Kulit Ketela", kata ketua KED desa Baledu , ibu Kundari. Adapula Nugget lele dan juga bakso lele, namun karena terkendala sumber daya manusia dan modal yang ada akhirnya sekarang usaha ini tengah tertidur.


Tidak semua UKM di desa ini seperti apa yang telah dijabarkan, ada pula UKM yang terus bertahan sampai saat ini, diantaranya adalah Criping Ketela dan Criping Tales Pak Maryono yang terus bertahan membuat cripingnya. namun demikian karena terkendala modal dan sumber daya manusia yang ada, akhirnya usaha ini hanya berjalan di tempat karena tidak dapat mengembangkan usahanya lebih besar lagi. pernah dua kali pegawai kecamatan datang untuk melihat kondisi usaha ini untuk membantu perijinan usaha, namun sampai saat ini masih belum ada tindakan apapun. adapula enghasil emping mlinjo yang usahanya hanya sekedar industri rumah tangga basa dan bahkan lebih kecil daripada usaha criping ketela dan tales pak Maryono.


Posting Komentar Blogger

 
Portal Informasi Kabupaten Temanggung © 2013. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top