Ilustrasi : Masyarakat Melakukan Gopyokan tikus 
Gerakan gropyokan tikus dinilai merupakan cara efektif untuk menekan serangan guna menyelamatkan  tanaman padi. Oleh karena itu, para petani diminta tetap semangat melakukan gropyokan agar populasinya bisa ditekan, serta serangan tikus tidak semakin meluas, sehingga kerugian dapat diminimalisir.  Hal itu disampaikan Bupati Bambang Sukarno saat mencanangkan gerakan pengendalian hama tikus tahun 2014 di Desa Giyono Kecamatan Jumo Kamis (4/9). Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan kehutanan Masrik Amin, Camat Jumo beserta muspika dan pejabat terkait serta diikuti para petani. Pencanangan ditandai dengan pemukulan kentongan.

     Diutarakan, Pemkab Temanggung merasa prihatin atas musibah serangan tikus   yang mengakibatkan puluhan hektar tanaman padi  rusak. Oleh karena itu, kepada para petani diminta tabah menghadapi cobaan dan bisa mengambil hikmah positif.  Disamping itu berharap semoga melalui gerakan gropyokan, serangan  tikus  segera berakhir sehingga tidak semakin meluas. Dengan demikian kerusakan hamparan tanaman padi  tidak bertambah parah, sehingga masih ada sisatanaman  yang dapat diselamatkan untuk dipanen. 

     “Hidup adalah realita  maka nikmati apa adanya dilandasai sikap tabah, sabar dan tawakal, badai serangan  tikus pasti berlalu. Oleh karena itu, petani senantiasa bersemangat  melakukan gropyokan karena dengan pengendalian hama tikus secara bersama hasilnya lebih baik dan berdampak sangat signifikan. Pemkab pada tahun-tahun mendatang akan mengalokasikan anggaran yang besar guna pengendalian hama tikus,” tandasnya seraya mengharapkan petani selalu berkoordinasi dengan PPL maupun pihak terkait  supaya  pengendalian hama  berjalan efektif. 

     Petugas Pengendali Hama Padi Rohmad Widodo mengatakan, hamparan tanaman padi yang diserang tikus di desa Giyono seluas 34,5 hektar. Serangan tikus mulai dirasakan petani sejak sebulan lalu, mulanya  intensitas serangan  tidak banyak. namun  dari hari kehari  intensitas serangan  bertambah luas dan petani kewalahan untuk mengatasinya, meski sudah berusaha memberantas mengunakan berbagai obat pestisida.  Agar serangan tidak bertambah parah, kini petani melakukan gropyokan dengan memberi obat hama tikus jenis tiran, obat ini dibakar kemudian asapnya di masukan kedalam lubang tikus, dalam hitungan 2 menit tikus yang berada didalam lubang akan mati. 

     “Pada awalnya serangan tikus tidak seberapa, para petani berusaha mengatasinya dengan memberi  umpan berbagai obat pestisida seperti pospit, temix dan racumi namun tak mempan bahkan serangan semakin meluas. Namun petani tidak patah semangat dan upaya yang tengah dilakukan sekarang  yakni dengan melakukan gropyokan tikus menggunakan racun tiran  yang dibantu dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,”  ujarnya seraya berharap  melalui gropyokan efektif membasmi tikus.
     Menurutnya berdasarkan pengalaman tahun 2013 silam, gropyokan tikus  di Desa Giyono bisa menangkap 11.500 ekor dari target 10.000 ekor. Untuk tahun 2014 ini ditargetkan dapat menangkap tikus 34 juta dengan melibatkan ratusan petani. 


Sumber = temanggungkab.go.id

Posting Komentar Blogger

 
Portal Informasi Kabupaten Temanggung © 2013. All Rights Reserved. Shared by WpCoderX
Top